Gua Selomangleng: Tempat Pelarian Putri Mahkota

Jika berkunjung ke Kota Kediri dan tertarik terhadap peninggalan sejarah, maka situs Gua Selomangleng adalah tempat yang wajib dikunjungi. Gua Selomangleng, merupakan salah satu peninggalan kerajaan Hindu-Budha yang berada di wilayah Kediri Bagian barat, tepatnya di Desa Waung, Kecamatan Mojoroto.

Selomangleng berasal dari kata Selo yang berarti batu dan Mangleng yang artinya menggantung. Gua Selomangleng dipercaya digunakan oleh Dewi Kilisuci sebagai tempat pertapaan. Dewi Kilisuci adalah putri mahkota dari Raja Kerajaan Kadiri, Erlangga. Dewi Kilisuci menolak menerima tahta kerajaan yang diwariskan kepadanya, dan lebih memilih mengasingkan diri dari kehidupan dunia dengan bertapa di gua sampai akhirnya muksa, lenyap ditelan bumi.

Saat pertama kali memasuki gua ini, bau dupa yang menusuk hidung dan bunga-bunga menyambut para pengunjung. Hal ini dikarenakan banyak orang yang mendatangi gua ini dan bertapa untuk  mencari berkah, atau hanya mencari ketenangan batin disana. Kanirin (82) juru kunci Gua Selomangleng menjelaskan bahwa dulu gua ini dibuka 24 jam, tetapi akhir-akhir ini sering ada patroli dari Polisi, sehingga hanya dibuka sampe pukul 8-9 malam saja. “Sering ada operasi, karena takut digunakan untuk hal-hal yang kurang baik,” jelasnya.

Gua yang terletak di kaki Gunung Klothok ini terbuat dari batuan andesit, sehingga menjadikannya kedap air. Tidak ada stalagtit maupun stalagmit yang umum dijumpai pada gua-gua alam. Di dalam gua terdapat empat ruangan, yang ruangan pertama dan kedua menyatu dan dihubungkan dengan pintu yang berada di tengah ruangan.  Ruangan yang berada di sebelah kiri, dianggap sebagai tempat tidur Dewi Kilisuci, dan disana sama sekali tidak ada penerangan sehingga gelap gulita ketika memasuki ruangan tersebut. Sedangkan ruangan lainnya yang berada disebelah kanan dianggap sebagai ruang Buto Lohcoyo yang setia mendampingi Dewi Kilisuci. Hampir seluruh ruangan ini dihiasi oleh relief-relief yang terukir indah dan masih dapat terlihat jelas. Relief yang menghiasi gua ini berupa relief gunungan, dan relief yang diyakini bercerita tentang kisah Dewi Kilisuci.

Jika tertarik untuk mengetahui lebih jelas tentang gua ini dari dekat, pengunjung dapat dengan mudah menuju gua ini karena dijangkau transportasi umum. Cukup menggunakan angkutan yang bertuliskan Selomangleng dengan tarif sekitar 2.500 rupiah dari Kota Kediri, maka pengunjung akan di antar sampai pintu gerbang kawasan wisata Selomangleng, dan dari sana cukup berjalan 5 menit dan menaiki tangga, maka akan sampai ke lokasi dimana Gua Seloamangleng berada.

This slideshow requires JavaScript.

Agustus 2011

photos by: Haris Sunarmo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s